Jumat, 11 Maret 2011

Setelah Divaksinasi, Enam Bayi Jepang Meninggal

REPUBLIKA.CO.ID,TOKYO - Kementerian Kesehatan Jepang, Kamis (10/3), melaporkan kematian enam bayi yang belum lama menerima vaksinasi vaksin buatan Pfizer atau Sanofi-Aventis. Penggunaan vaksin tersebut kini telah ditangguhkan sejak pekan lalu.
Kementerian mengatakan bahwa seorang anak laki-laki tak dikenal, berusia antara enam bulan hingga satu tahun, meninggal tujuh hari setelah menerima vaksin ActHIB dari Sanofi Pasteur yang dikombinasi dengan vaksin DPT untuk difteri, batuk rejan dan tetanus pada 15 Februari. Kasus terakhir itu mengikuti laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa lima bayi berusia di bawah tiga tahun meninggal sejak awal Februari setelah menerima vaksinasi tunggal atau dalam bentuk kombinasi dengan obat lain.
Setidaknya sekitar tiga dari enam bayi menderita penyakit jantung bawaan dan penyakit lainnya. Kementerian telah menghentikan Prevenar yang dibuat oleh Pfizer yang berbasis di New York. Penggunaan vaksin ActHIB, produksi Sanofi Pasteur yang merupakan cabang Sanofi-Aventis yang berkantor pusat di Paris, juga dihentikan. Pemerintah saat ini sedang menyelidiki apakah vaksin mereka terkait dengan kematian anak-anak.
Sekelompok ahli medis mengatakan mereka tidak dapat mengidentifikasi kaitan tertentu antara kematian dan vaksin. Kementerian Kesehatan kini tengah melakukan penyelidikan mendetail. Kedua vaksin tersebut telah diberikan secara luas kepada anak-anak di seluruh dunia selama bertahun-tahun untuk mencegah infeksi bakteri penyebab pneumonia dan meningitis.
sumber: http://id.berita.yahoo.com/setelah-divaksinasi-enam-bayi-jepang-meninggal-20110310-023807-495.html

Rabu, 30 Juni 2010

aku tak punya keberanian itu...

Kamis, 12 November 2009

hari ini bosan. habis ujian tadi. ujian satu lagi ga jadi kata ibunya. aku kekurangan uang sekarang. 7 tahun ku kuliah belum apa2. ingin cpt2 kerja

Sabtu, 11 Juli 2009

110709

saat ini aku sedih sekali
seolah semua kesedihan itu jadi satu dan campur aduk

Minggu, 07 Juni 2009

Sapi Bermata Empat Bermoncong Dua Lahir di Pasuruan

Minggu, 7 Juni 2009 | 14:11 WIB

PASURUAN, KOMPAS.com — Sapi berbentuk aneh lahir dari induk milik Marsulam (45), warga Dusun Klobukkulon, Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (6/6) pagi. Kepalanya bermoncong dua dan matanya empat.

Kelahiran anak sapi jenis keling berkelamin betina ini menggemparkan desa setempat. Bahkan dalam hitungan jam, kabar itu sudah sampai ke Kota Pasuruan.

Menurut pemiliknya, proses kelahirannya tidak terjadi sesuatu yang luar biasa. Namun malam menjelang melahirkan, induk sapi terkesan rewel. Dia seperti resah dengan proses kelahiran anaknya yang ketujuh itu. Sepanjang malam membuat suara gaduh.

“Mengetahui sapi saya gelisah seperti itu, saya tunggu saja dengan telaten hingga subuh. Karena saya sudah tahu induk itu memang waktunya melahirkan,” terang Marsulam yang setiap sapinya beranak selalu dijualnya ke pasar ini.

Baru sekitar pukul 09.00, anak sapi keluar dari rahim induknya. Namun, Marsulam dan istrinya setelah melihat wujud anak sapi yang baru lahir itu seperti berkepala dua dengan dua dahi, dua moncong, dan bermata empat. Dua mata bagian tengah posisinya hanya terpisah beberapa millimeter hingga nyaris berimpit.

Begitu anak sapi lahir, Marsulam dan istrinya berupaya mendekatkannya ke induknya agar dapat menyusui. Namun karena anak sapi itu kepala dan lehernya terlalu besar, membuatnya susah berdiri dan tidak dapat menyusu ke induknya.

Apa rencana Marsulam dengan sapi aneh itu? “Saya akan membelikan susu dan dot besar untuk menyusuinya. Kalau dijual saya kasihan, biarlah saya rawat hingga besar. Mungkin saja jika saya sabar merawatnya, anak sapi ini justru mendatangkan keberuntungan dengan memberikan banyak rezeki,” imbuh lelaki sederhana ini. st13

sumber:http://regional.kompas.com/read/xml/2009/06/07/14111460/Sapi.Bermata.Empat.Bermoncong.Dua.Lahir.di.Pasuruan

Minggu, 7 Juni 2009 | 14:11 WIB

PASURUAN, KOMPAS.com — Sapi berbentuk aneh lahir dari induk milik Marsulam (45), warga Dusun Klobukkulon, Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (6/6) pagi. Kepalanya bermoncong dua dan matanya empat.

Kelahiran anak sapi jenis keling berkelamin betina ini menggemparkan desa setempat. Bahkan dalam hitungan jam, kabar itu sudah sampai ke Kota Pasuruan.

Menurut pemiliknya, proses kelahirannya tidak terjadi sesuatu yang luar biasa. Namun malam menjelang melahirkan, induk sapi terkesan rewel. Dia seperti resah dengan proses kelahiran anaknya yang ketujuh itu. Sepanjang malam membuat suara gaduh.

“Mengetahui sapi saya gelisah seperti itu, saya tunggu saja dengan telaten hingga subuh. Karena saya sudah tahu induk itu memang waktunya melahirkan,” terang Marsulam yang setiap sapinya beranak selalu dijualnya ke pasar ini.

Baru sekitar pukul 09.00, anak sapi keluar dari rahim induknya. Namun, Marsulam dan istrinya setelah melihat wujud anak sapi yang baru lahir itu seperti berkepala dua dengan dua dahi, dua moncong, dan bermata empat. Dua mata bagian tengah posisinya hanya terpisah beberapa millimeter hingga nyaris berimpit.

Begitu anak sapi lahir, Marsulam dan istrinya berupaya mendekatkannya ke induknya agar dapat menyusui. Namun karena anak sapi itu kepala dan lehernya terlalu besar, membuatnya susah berdiri dan tidak dapat menyusu ke induknya.

Apa rencana Marsulam dengan sapi aneh itu? “Saya akan membelikan susu dan dot besar untuk menyusuinya. Kalau dijual saya kasihan, biarlah saya rawat hingga besar. Mungkin saja jika saya sabar merawatnya, anak sapi ini justru mendatangkan keberuntungan dengan memberikan banyak rezeki,” imbuh lelaki sederhana ini. st13

imharblock

ini pertamaku bikin blog mudah2an aku bisa mulai menulis dan sekaligus mempublikasikan lewat internet